Sekali merdeka tetap M-E-R-D-E-K-A !

TUGAS UTS

 Teknologi Informasi dan Komunikasi

Pemanfaatan Teknologi dan Komunikasi (TIK) dalam pendidikan, termasuk pembelajaran bahasa, merupakan sebuah respon positif terhadap perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi pada era millennium ketiga ini. Pemanfaatan TIK dalam mendukung pembelajaran bahasa merupakan suatu keputusan cerdas untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. namun demikian, yang lebih penting adalah bagaimana meningkatkan penguasaan TIK guru dan siswa sebagai kecakapan hidup dalam era teknologi yang terus melaju dan berkembang pesat (Hartoyo, 2009)

Materi dalam bab ini sebagian besar terkait dengan wacana terbaru seputar TIK dalam pembelajaran bahasa; termasuk mengulas beberapa konsep dasarTIK; TIK dalam pengertian umum; perangkat TIK dan pemanfaatannya di bidang pendidikan; aplikasi mutakhir TIK dalam pembelajaran bahasa; dan kelebihan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran bahasa. Pada akhir setiap bahasa juga dilengkapi berbagai latihan seputar pemahaman dan aplikasi TIK dalam pembelajaran bahasa

TIK merupakan istilah yang umum kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Di antara kita mungkin membayangkan sebuah computer, internet, atau gadget komunikasi ketika kita mendengar istilah TIK. Para pakar telah mendefinisikan apa arti TIK; banyak definisi TIK telah dikemukakan sesuai dengan pemahaman dan sudut pandang masing-masing pakar. Namun demikian, tidak ada definisi yangditerima secara universal, karena konsep, metode, dan penerapannya senantiasa berkembang dan berubah seiring dengan perkembangan teknologi. TIK berasal dari istilah ICT yang merupakan kependekan dari Information and Communication Technology (Teknologi informasi dan Komunikasi). Istilah TIK tersusun dari tiga huruf yang berbeda tetapi merupakan yang memiliki makna erat.

Teknologi berasal dari kata techno yang berarti teknik, seni atau ketrampilan, dan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Sehingga, teknologi dapat didefinisikan sebagai sebuah pengetahuan ilmiah, seni, atau ketrampilan. Zen (dalam Effendy, 2003:399) menjelaskan bahwa teknologi terdiri atas ilmu pengetahuan alam atau pengetahuan umum dan keahlian teknik. Komponen teknologi dihubungkan yang digunakan.

Informasi adalah data yang diproses dalam bentuk yang bermakna (Shore, 1988:22). Jika dihubungkan dengan pembelajaran bahasa, informasi merupakan objek atau pesan yang kita peroleh, teruskan, dan pertukaran untuk tujuan tertentu.

Levis (1996:6) mendefinisikan komunikasi sebagai “interaction process between communicator and communicant (interlocutor). Communicator gives message to the communicant in a certain limited time and space by a certain media and method”. Menurut Levis, komunikasi adalah proses interaksi antara komunikator dan komunikan (lawan bicara). Komunikator pesan kepada komunikan pada waktu dan tempat tertentu dengan media dan metode tertentu.

Sedangkan Hubbley (1993:45) menyatakan bahwa “communication involves the transfer between people of information including ideasm emotions, knowledge and skills”. Jadi menurut Hubbley, komunikasi merupakan proses penyampaian informasi antar individu, termasuk gagasan, emosi, pengetahuan, dan ketrampilan.

Dengan demikian, yang dimaksud dengan TIK adalah Teknologi yang berfungsi atau yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung komunikasi atau penyampaian informasi.

Berikut ini beberapa contoh teknologi yang dapat digolongkan sebagai Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Teknologi ini membantu memadukan dua media atau lebih seperti teks, grafik, audio, video gerak, video statis atau animasi, hingga menjadi aplikasi berbasis komputer. Multimedia umumnya digunakan untuk mendesain pembelajaran dan penyampaian informasi secara interaktif, baik menggunakan stand-alone computer maupun komputer yang dihubungkan dengan jaringan, off-line maupun on-line. Terknologi ini terdiri dari sebuah komputer dengan microprocessor, monitor warna dengan resolusi tinggi, harddisc dengan kapasitas besar, CD-ROM, disc drive (flashdisc), dan speaker stereo (London et al, 1995:158-161)

Televisi merupakan alat yang dapat mengubah pencitraan visual (dengan suara) menjadi sinyal-sinyal elektrik, kemudian mentransmisikannya melalui radio atau peralatan lain, dan menampilkannya secara elektronik pada sebuah layar (Oxford-cod).

Sebuah perangkat elektronik yang memiliki kemampuan untuk menerima informasi (data), mengolah data dengan serangkaian instruksi operasi logis, dan program untuk memproduksi hasil dalam bentuk sinyal maupun informasi (Oxford-cod). Komputer terdiri atas Central Processing Unit (CPU), monitor, dan beberapa perangkat yang lain seperti hard disc, dan sebagainya.

Sekarang ini, hampir semua komputer dilengkapi dengan sound system, termasuk speaker dan Soundcard. Beberpa komputer juga memiliki subwoofer atau speaker tambahan yang dirancang untuk menghasilkan kualitas suara yang bagus, dengan efek bass yang mantap, Bahkan kini beberapa komputer telah dilengkapi soundcard bawaan yang menyatu pada motherboard-nya.

MIDI (Musical Instrument Digital Interface) adalah interface instrument musik digital yang memungkinkan pengguna untuk mengakses synthesizer dalam komputer sehingga menghasilkan suara/musik yang lebih baik. Dlam system operasinya, MIDI memerlukan perangkat lunak antara lain perekam musik MIDI yang kompatibel dengan program editing, dan perangkat keras yang berupa soundcard MIDI, sera kabel MIDI untuk menghubungkan synthesizer.

Media ini menyediakan fasilitas atau contoh interaksi antara manusia dengan komputer. Dengan fasilitas ini, orang dapat berinteraksi dengan komputer secara lebih intuitif dan mudah, melalui tulisan, suara, sentuhan, gerak mata, dan bahasa tubuh yang lain. Teknologi ini berperan sebagai batu pijakan pertama pengembangan multimedia interaktif terbaru, telekonferensi komputer audio-grafis, televise interaktif via satelit, dan telematika atau telemedia yang menggunakan suatu seri teknologi yang mulai marak pada akhir tahun 1980-an (National Broadband of Employment Education and Training, 1993:5)

                                                Pada awalnya, telematika menghubungkan jaringan audio (konferensi audio, telepon bebas genggam), jaringan dokumen (fax), dan visual atau grafis (komputer dengan modem dan hubungan telepon). Contoh telematika terbaru diantaranya adalah konferensi televise dan video interaktif (National Broadband of Employment, Education and Training, 1993:41)

Internet merujuk pada sebuah system informasi global berbasis komputer, yang terdiri atas beberapa jaringan komputer yang saling berhubungan. Setiap jaringan mungkin dapat memiliki puluhan, ratusan, atau bahkan ribuan komputer yang saling bertautan. Hal ini memungkinkan komputer-komputer terbagi dan memproses informasi dama satu “klik” pada mouse. Sedangkan Website adalah koleksi halaman-halaman web, gambar, video atau aset digital lainnya yang dialamtkan dengan nama domain atau alamat IP tertentu dalam jaringan berbasis Protokol Internet.

Seiring dengan perkembangan teknologi, TIK didukung dengan system komputer jaringan yang memungkinkan jaringan yang memungkinkan orang berkomunikasi secara tatap muka dan mendengar suara secara langsung, walaupun mereka yang terlibat dalam proses komunikasi tersebut tidak berada pada satu tempat yang sama. Memahami peran vital komputer dalam TIK, walaupunn tidak sepenuhnya benar, banyaknya orang menganggap bahwa TIK adalah komputer. Hal ini dapat dimaklumi karena komputer memang merupakan bagian utama dalam mendukung pemanfaatan TIK.

TIK dalam sudut pandang pendidikan merujuk pada Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) seperti perkomputeran, fasilitas komunikasi, dan fitur-fitur yang bervariasi untuk mendukung pengajaran, pembelajaran, dan berbagai aktivitas pendidikan (QSA Shemes of work for ICT dalam Kent County Council, 2004). TIK dapat didefinisikan sebagai cara, media, atau teknologi untuk menyimpan, mengembalikan, memanipulasi, meneruskan, dan menerima data atau informasi digital. Selain itu, pengertian ini merujuk pula pada cara  menggunakan perangkat yang berbeda dan memadukan satu perangkat dengan yang lain. Oleh karena itu, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dapat didefinisikan sebagai teknologi yang berguna untuk mendukung proses komunikasi, atau penyampaian informasi dari pengirim ke penerima informasi.

Teknologi Informasi dan Komunikasi, temasuk teknologi komputer, memiliki peran utama dalam menunjang pembelajaran bahasa dengan bantuan komputer yang dikenal dengan istilah CALL (Computer-Assisted Language Learning) (Fitzpatrick dan Davies, 2002). Aplikasi TIK yang dipadukan dengan internet memiliki manfaat seperti dijelaskan oleh Herington (2002), antara lain: 1) dapat memberikan pengalaman belajar dalam bahasa sasaran; 2) memberikan akses terhadap sumber-sumber informasi pembelajaran yang lebih luas dalam berbagai macam bahasa; 3) Memberikan kesempatan peserta didik untuk berkomunikasi dengan dunia luar; 4) memungkinkan pendekatan berpusat pada pengembangan siswa; dan 5) menunjang pengembangan otonomi siswa dalam belajar.

Perangkat TIK yang tersedia diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas kepada siswa untuk meningkatkan pemahaman dan menambah wawasan dalam proses pembelajaran. Sebagai contoh, penggunaan papan tulis interaktif unit proyeksi video, mikroskop yang dihubungkan dengan komputer, spreadsheet yang telah dipersiapkan untuk menerima dan menampilkan data, CD-ROMs, presentasi dengan video, dan sumber pembelajaran yang dipilih secara selektif dari internet, merupakan contoh bagaimana TIK Dpat diaplikasikan untuk meningkatkan efektivitas dan efesiensi pembelajaran secara tepat sasaran (DfES, 2004).

Pemanfaatan teknologi yang tepat memungkinkan siswa belajar lebih efektif dan lebih baik sesuai dengan kemampuan mereka. Selain itu, siswa dapat memperoleh akses yang lebih luas dalam proses pembelajaran, serta dapat mengatur waktu belajar mereka sendiri (UK e-strategy dalam Becta 2005c p8). Menyadari kelebihannya, kita dapat menyatakan bahwa TIK tidak hanya efektif tetapi transformasional.

Gagasan TIK sebagai media transformasional didukung oleh para pakar, antara lain Graves (2001); Garrison dan Anderson (2002). Mereka secafa tegas berpandangan bahwa teknologi baru dapat menggerakkan pendidikan dari model pendidikan tradisional, behaviorist, berpusat pada sekolah, ke arah model pendidikan yang constructivist dan berpusat pada siswa, sehingga diharapkan siswa dapat memenuhi tuntunan dunia kerja dan masyarakat. Di samping itu, TIK dapat mendorong kemandirian, pembelajaran sepanjang hayat, serta menningkatkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi (Oliver dan McLaughlin, 2000).

 

 

Konsep hypertext kali pertama dipelopori oleh Bush pada tahun 1945, yang terkenal sebagai “Bapak Hypertext”, Dia menjelaskan bahwa system yang mendasari hypertext adalah memex (memory extender). Dalan artikelnya As We May Think, Bush menyatakan, “a sort of mechanized private file and library” dan “a devide in which an individual stores his books, records, and communications, and which is mechanized so that it may be consulted with wxceeding speed and flexibility”. Bush menguraikan Memex sebagai sebuah jenis file dan perpustakaan peribadi termekanisasi, dan sebuah alat dimana seseorang menyimpan buku, rekaman, dan komunikasi, yang termekanisasi sehingga dapat mencari informasi dengan lebih leluasa dan cepat.

Berkenaan dengan memex, Nielsen (1990) menjelaskan bahwa hal-hal tersebut bersifat konvensioanal, namun system inilah yang diproyeksikan dan dikembangkan lebih lanjut menjadi system yang lebih canggih seperti yang ada sekarang ini. Nielsen menyarankan agar segaera dilakukan upaya-upaya pengembangan memex lebih lanjut. Pada prinsipnya, memex merupakan dasar dari suatu system yang memungkinkan pengguna mengakses informasi sesuai dengan kehendak (interest) dan tidak perlu berurutan (sequential) dengan segera dan secara otomatis. Menurutnya, hal ini merupakan keistimewaan fitur memex. Proses pengetikan dua item yang berbeda merupakan keunggulan utama dari sistem ini.

Sementara itu, Bush mengingatkan bahwa melimpahnya informasi ilmiah telah mengakibatkan orang lebih sulit mengikuti informasi tersebut. Sadar akan perkembangan informasi yang berlebihan, Bush kemudian melihat jauh ke masa depan bahwa memex harus dikembangkan. Oleh karena itu, berdasarkan pengalamannya, dia menciptakan referensi silang di dalam dan lintas dokumen. Pada tahap ini, memex diciptakan dengan basis microfilm dan teknologi pelacak mata (eye-tracking) agar pengguna dapat mengikuti referensi silang tersebut dengan mudah.

Konsep Hypertext ini menjadi lebih berdaya guna seiring dengan cepatnya perkembangan teknologi informasi. Nelson (1967), salah saoerang pelopor hypertext, dan merupakan orang pertama yang menemukan istilah hypertext, menjelaskan bahwa ide Bush mengenai memex memberikan gambaran yang jelas mengenai hypertext. Ide Bush kemudian memicunya untuk menciptakan database on-line tunggal dari keseluruhan korpus literal yang dikenal sebagai xanadu. Xanadu ini diciptakan berdasarkan kombinasi back-end dan database local, yang memungkinkan unutk dapat merespon dengan cepat sebagian besar akses hypertext.

Minat terhadap konsep hypertext dalam ilmu pengetahuan komputer baru-baru ini dapat dijelaskan sebagai suatu kenyataan komputer, sehingga kita dapat mendukung ketidakruntutan dalam komputer, sehingga membuat pembaca lebih mudah dan cepat mengikuti referensi silang tersebut. Selain itu, komputer terkini memungkinkan kita untuk memperluas gagasan tentang teks yang hanya menyertakan teks dan gambar saja seperti layaknya teks cetak, namun juga musik, animasi, dan video, dalam sebuah hypertext yang sama.

Beberapa sistem hypertext yang sekarang ini dikembangkan dan dipasarkan secara luas adalah NoteCards yang dikembangkan oleh XEROX Parc, dan KMS oleh Knowledge System, Inc., Guide oleh OWL Internasional, Asymetrix Multimedia, ToolBook oleh Asymetrix Corporation dan Hyperties System.

                        Secara umum, hypertext berarti membaca dan menulis sesuatu dengan tidak runtut. Sebuah sistem hypertext memungkinkan pengguna untuk menautkan informasi secara bersamaan, dengan demikian menciptakan suatu jalur melalui materi-materi yang terhubung. Sebuah tautan menghubungkan beberapa kata atau kalimat dalam dokumen elektronik unutk menghubungkan informasi pada dokumen yang lain (Karen:1988)

                        Lucarella, dalam jurnal internasional “Information Processing and Management”,  dengan sederhana mendefinisikan hypertext sebagai sistem untuk mengelola sebuah koleksi informasi yang dapat dijangkau secara tidak runtut. Hypertext memuat sebuah jaringan kerja atau potongan informasi (simpul) dan referensi silang (tautan logis). Sistem hypertext memungkinkan pengguna untuk menjelajahi atau membuka informasi apapun yang tersedia didokumen tanpa harus memulainya dari dokumen pertama dengan runtut. Selain itu, pengguna juga dapat memilih informasi apapun yang diminati secara tidak runtut. Lihat ilustrasi pada Gambar 2.

                        Dari tampilan layar (layar isi), pengguna dapat langsung membuka dokumen D tanpa harus dokumen A kemudian diikuti dengan dokumen B dan C secara runtut terlebih dahulu. Seandainya pengguna tidak dapat menemukan informasi yang dicari di dokumen D, dan ingin membuka dokumen B, dia dapat langsung mengakses dokumen B. Hal ini disebabkan oleh adanya tautan antara halaman ‘isi’ pada layar layar dan dokumen D, dan tautan lain yang menghubungkan dokumen D dan B.

                        Pada mulanya istilah hypertext digunakan karena sistem ini hanya dapat menghubungkan dokumen yang beruopa text. Namun karena perkembangan teknologi memungkinkan adanya penghubung (link) antara hypertext dengan media lainnya, seperti garfik, animasi, atau suara, amaka istilah hypermedia kemudian digunakan untuk memberi penekanan pada aspek multimedia dalam sistem (komputer). Dengan demikian, meskipun multimedia berarti banyak media, dalam konteks teknologi komunikasi dan informasi, multimedia berarti suatu sistem komputer yang memungkinkan pengguna untuk menghubungkan berbagai informasi atau dokumen, yang tidak hanya berupa teks, tetapi juga berbagai media lainnya seperti animasi, grafik, gambar, video, spreadsheet, dan suara.

                        Istilah “hypertext”, secara tradisional menyiratkan bahwa sistem ini secara tersendiri berhubungan dengan jenis teks biasa. Seiring dengan perkembangan terbaru dimana ditemukan cara untuk menghubungkan hypertext dengan media yang lain seperti grafis, animasi, atau suara, istilah hypermedia kemudian sering dipakai untuk menggarisbawahi aspek multimedia dalam sistem tersebut.

                        Sebenarnya, hypermedia sama dengan hypertext. Bedanya, dengan hypermedia, selain menautkan teks, pengguna dapat menautkan media yang lain seperti grafis, video, spreadsheet, animasi, dan suara. Dengan kata lain, pengguna sistem hypermedia  dapat menautkan informasi dari berbagai jenis media yang tersedia sebagai bagaian dari teknologi terkini (Smith, 1988).

 

            Conklin (1987:38) mengemukakan beberapa kelebihan pemanfaatan hypertext, antara lain:

1)  kemudahan malacak referensi: dukungan sistem dan perangkat memungkinkan kita melacak semua referensi dengan mudah;

2)  kemudahan membuat referensi baru: pengguna dapat membuat informasi., atau sekadar memberi keterangan pada dokumen seseorang (tanpa mengubah dokumen referensi);

3)  penyusunan informasi: adanya organisasi sistem informasi hierarkis dapat memungkinkan penyusunan informasi informasi yang lebih tersturktur;

4)  gambaran global: adanya browser memungkinkan kita membuat dan menyediakan daftar isi, untuk mendukung restrukturisasi dokumen besar dan kompleks dengan lebih mudah; dengan demikian gambaran global dan lokal (simpul maupun halaman) dapat dipadukan dengan efektif);

5)  penyesuaian dokumen: bagian-bagian teks dapat dijalin dengan berbagai cara sehingga terbentuk suatu dokumen yang memungkinkan kita untuk melakukan beberapa fungsi pengolahan teks;

6)  modularitas informasi: karena bagian teks yang sama dapat dirujuk dari beberapa tempat, sehingga dapat mengurangi tumpang tindih dan penggandaan informasi yang kurang perlu; dan

7)  konsistensi informasi: referensi diletakkan pada teks, dan jika teks dipindahkan, bahkan ke dokumen lain, tautan informasi akan tetap menyediakan akses langsung pada referensi.

                        Salah satu masalah utama yang muncul ketika kita bekerja dengan sistem hypertext adalah memabantu pengguna untuk memvisalisasikan bagaimana informasi dapat bertautan? Bagaimana menunjukkan tautan antar dokumen? Serta jenis informasi apa yang bertaut pada dokumen itu? Smith (1988:39) menyatakan: “In other word, the system need to answer the question “Where am I?”, The process of folloeing links can be disorienting…” Smith menyebutkan bahwa pengguna mungkin dapat “tersesat” saat menggunakan sistem hypertext. Pertanyaan yang sering muncul “Saya berada di mana?”, “Informasi apa yang tersedia?” dan “Bagaimana saya dapat menjangkaunya?” Proses mengikuti tautan dapat menyebabkan disorientasi atau kebingungan.

                        Conklin (1987:86) Juga berpendapat bahwa: “Along with the power to organize information much complexly comes the problem of having to know (1) where you are in the network and (2) how to get to some other place thar you know (or think) exists in the network. I call this the “disorientation” problem.”Seiring dengan kemampuan untuk mengorganisir informasi dengan lebih kompleks, menurut Conklin (1987: 38), muncul beberapa permasalahan disorientasi, antara lain dapat menyebabkan pengguna kebingungan baik dalam mengetahui posisinya di dalam jaringan (network), maupun kesulitan menuju tempat/halaman lain dalam jaringan.

            Lebih jauh, Conklin menjelaskan bahwa karena hypertext memiliki kemampuan untuk bergerak dan berpotensi besar, sehingga memungkinkan penggunanya dapat tersesat. Hal ini terlihat jelas pada jaringan yang memiliki simpul yang banyak; semakin banyak simpul pada jaringan, maka semakin sulit untuk memperoleh informasi karena banyaknya simpul tersebut.

 

                        Penerapan hypertext sekarang ini terus berkembang meningat kemampuan sistem hypertext sebagai sistem media komputer yang memungkinkan pengguna untuk memandu dan mencari informasi dengan cepat. Shneiderman (1992:410) mengemukakan bahwa hypertext di berbagai bidang seperti di bawah ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag