Sekali merdeka tetap M-E-R-D-E-K-A !

Tentang Saya

Saya seorang guru bahasa Indonesia. Perjalanan saya menjadi guru bahasa Indonesia tidak di satu sekolah.

Pertama saya mengajar di sebuah Sekolah Dasar Negeri. Tetapi saya hanya sebentar mengajar di sekolah itu karena saya ingin melanjutkan kuliah. Saya tidak mau kuliah sambil kerja karena merasa tidak fokus.

Saya kuliah di IKIP Muhammadiyah Jakarta. Saya kuliah lalui dengan lancar-lancar saja. Ketika semester tiga tak disangka dan tak diduga saya ada yang melamar padahal saya belum kenal sama sekali dengan laki-laki itu tapi sesama orang tua sudah kenal.  Bisa dibilang jodoh saya di tangan orang tua. Waktu itu pikiran saja setengah tidak sadar. Saya banyak minta pendapat teman dekat.Teman-teman hanya memberikan saran “terserah kamu, karena yang menjalani kehidupan kamu sendiri”. Dengan niat membahagiakan orang tua, saya pasrah dan berpikir, “mana ada orang tua yang mau menjerumuskan anaknya”.

Setelah seminggu lamaran, akhirnya saya melangsungkan akad nikah.

Setelah menikah, saya mempunyai anak perempuan. Setelah punya anak, saya dibawa suami untuk mengajar di SMA Muhammadiyah Tomang. Di sekolah itu juga saya sebentar karena  ada sesuatu hal sehingga saya harus mengundurkan diri. Hal itu adalah, saya dapat musibah pada tanggal 22 Desember 1993. Rumah ibu angkat suami yang ditempati saya kemalingan. Saya sibuk lapor polisi. Sejak kejadian itu saya tidak mau lagi tinggal di rumah itu. Saya merasa takut tinggal di rumah itu sehingga saya tidak betah tinggal di rumah yang besar dengan kebun yang luas. Saya memutuskan untuk mengontrak saja. Saya sibuk mencari kontrakan. Akhirnya saya dapat kontrakan dan pindah.

Allah punya rencana, di balik musibah pasti ada berkah.

Saya ditawarkan bekerja di sekolah yang mayoritas muridnya India oleh teman suami. Alhamdulillah tidak pakai proses seleksi apa pun saya diterima dan besoknya langsung mengajar.

Saya mengajar di Sekolah Gandhi Pasar Baru. Selama saya mengajar di Gandhi banyak suka  dan duka yang saya alami. Tahun 2005 saya keluar dari Gandhi karena ada sesuatu hal yaitu permintaan suami supaya saya punya anak lagi.

Oleh suami saya diajak melamar di SMAN 28. Samapai sekarang saya masih mengajar si SMAN 28.

Saya punya putri semata wayang. Putriku sudah menyelesaikan SMA. Alhamdulillah putriku sudah diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia lewat Jalur Undangan SMPTN tahun 2011.

Ini foto putriku yang bernama Nizma Permaisuari.

Putriku Nizma

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: